BAHAYA BORAKS
Penggunaan
boraks dalam makanan olahan maupun pengawet ikan dan daging seringkali dijumpai
dan digunakan secara diam-diam. Sebetulnya penggunaan pengawet yang dapat
memicu penyakit itu telah digunakan sejak belasan tahun lalu.
Boraks
akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya,
tetapi kedua bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena
bahan-bahan tersebut sangat berbahaya, seperti telah diuraikan diatas
pengaruhnya terhadap kesehatan.
Walaupun
demikian, karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, banyak produsen
makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan
bahayanya. Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan
boraks adalah bakso, ikan, tahu,dan mie.
Boraks merupakan bahan
tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila
terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf.
Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat
formalin dan boraks yang digunakan dalam suatu makanan. lebih baik hindari
makanan yang mengandung formalin.
Boraks
merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri non-pangan,
khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa
berupa serbuk kristal putih, tidak berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks
tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan anti
septic kayu. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam
borat didalamnya.
Asam
borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan
asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai
boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan
salep luka kecil. Namun, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka
luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh.
Berikut
beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.
Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)
b. Tanda dan gejala kronis :
- Nafsu makan menurun
- Gangguan pencernaan
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh
- Anemia, rambut rontok dan kanker.
Boraks Bisa Mematikan
Sering
mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan
ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak
terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi,
apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, bahkan
kematian.
Cukup
sulit menentukan apakah suatu makanan mengandung boraks. Hanya lewat uji
laboratorium, semua bisa jelas. Namun, penampakan luar tetap memang bisa
dicermati karena ada perbedaan yang bisa dijadikan pegangan untuk menentukan
suatu makanan aman dari boraks atau tidak.
- Lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks.
- Bila digigit akan kembali ke bentuk semula.
- Tahan lama atau awet beberapa hari.
- Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu-abu segar merata di semua bagian, baik di pinggir maupun tengah.
- Bau terasa tidak alami. Ada bau lain yang muncul.
- Bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel.
Gula Merah
- Sangat keras dan susah dibelah.
- Terlihat butiran-butiran mengkilap di bagian dalam.
Ikan
- Lalat tidak suka pada ikan yang menggunakan boraks.
- Terlihat pucat dan kenyal.


Comments
Post a Comment